Kulit Batang Matoa Sebagai Agen Antibakteri

Authors

Gabriela Welma Litaay
STIKES Jayapura

Synopsis

Keanekaragaman hayati yang tinggi di Indonesia, khususnya di Papua menjadi potensi yang besar untuk dilakukan riset terkait pencarian agen antibakteri yang berasal dari tumbuhan sebagai salah satu solusi resistensi antibiotik yang mulai banyak ditemukan di tengah masyarakat. Salah satu tanaman khas Papua adalah matoa. Matoa atau nama ilmiahnya Pometia pinnata merupakan tanaman yang banyak tumbuh tersebar di wilayah Papua. Pemanfaatan tanaman matoa bagi masyarakat di Papua tidak hanya terbatas pada konsumsi buah matoa tetapi juga dalam pengobatan secara tradisional dengan memanfaatkan bagian-bagian lain tanaman matoa seperti kuli batang matoa. Efek farmakologis yang dimiliki oleh kulit batang matoa menunjukan kemungkinan adanya peran senyawa metabolit sekunder. Penulis telah melakukan penelitian untuk mengetahui senyawa-senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada kulit batang matoa dan melakukan pengujian aktivitas antibakteri. Penelitian dilakukan dengan membuat simplisia, melakukan ekstraksi kulit batang matoa, menguji senyawa metabolit sekunder yang terkandung dan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus. Melalui riset ini didapatkan bahwa ekstrak kulit batang matoa mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder dan memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.

matoa

Forthcoming

December 30, 2023