Buah Majapahit (Crescentia cujete L.) dan Mekanisme Patogenitas Bakteri Vibrio harveyi

Authors

Sri Rahmaningsih

Synopsis

Tanaman majapahit (Crescentia cujete L) ini dapat digunakan sebagai anti bakteri karena mengandung senyawa bioktif  yang dapat digunakan sebagai obat analgesik, antiplasmodik dan memiliki efek bakteriosidal. Pengunaan buah dan daun majapahit sebagai anti bakterial pernah dilakukan kajian pada bakteri Staphylococcus aureus, Enterococcus faecalis, Streptococcus pneumoniae, Streptococcus pyogenes, Escherichia coli, Candida albicans, and Ralstonia solanacearum Vibrio alginoliticus. Senyawa bioaktif yang terdapat pada ekstrak buah majapahit (Crescentia cujete) termasuk golongan senyawa fenol dan   berdasarkan hasil uji LC-MS berdasarkan nilai m/z dapat diprediksikan terdapat 4 jenis quercentin yang berbeda yang didasarkan pada data PubChem yaitu Quercetin-3-O-glucoside (isoquercitrin), Quercetin, Quercetin pentoside, dan Quercetin-3-O-rhamnoside (quercitrin). Secara in vitro hasil uji MIC adalah konsentrasi 0.313 mg/mL dan hasil MBC adalah 0,625 mg/mL.  Sedangkan uji antibakteri secara  in silico hasilnya  terdapat 5 senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu ; 4H-pyran-4 one,  furancarboxldehyde, furfural dan 2-propenoic acid, 3-phenyl dan quercentin. Mekanisme patogenitas V. harveyi Sedangkan mekanisme patogenitas V. harveyi pada  udang vannamei (L. Vannamei), berdasarkan analisa docking molekular adalah melalui penghambatan pada protein  gyrA/ girase dan dnaK (Chaperon Protein dnaK), keduanya berikatan dengan senyawa quercentin yang berasal dari ekstrak buah majapahit (Crescentia cujete). Hal ini dibuktikan dengan adanya kerusakan sel baik pada pengamatan hasil histologi maupun pengamatan dengan menggunakan TEM

mjm

Published

January 15, 2024