PERKEMBANGAN BALITA DENGAN RIWAYAT MALARIA

Authors

Tiyan Lestari
STIKES JAYAPURA

Synopsis

Pertumbuhan (Growth) adalah perubahan yang bersifat kuantitas sebagai akibat pematangan fisik yang ditandai dengan semakin kompleknya sistem jaringan otot, sistem syaraf serta fungsi sistem organ tubuh lainnya dan dapat diukur (Fikawati, 2017). Sedangkan, perkembangan (Development) adalah proses perubahan kualitatif yang terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang termanifestasi pada kemampuan organ fisiologis (Setiawati, 2020).

Pertumbuhan dan perkembangan yang optimal membutuhkan lingkungan yang dapat menstimulasi, nutrisi yang cukup, dan interaksi sosial yang diberikan dengan penuh perhatian. Peristiwa perkembangan dengan pertumbuhan terjadi secara sinkron sebab perkembangan itu berkaitan dengan pematangan fungsi organ sedangkan pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik.  Sebaliknya, pada keadaan sakit kebutuhan zat gizi akan meningkat. Infeksi yang juga dapat menyebabkan penyakit pada bayi salah satunya adalah malaria. Penyakit infeksi ini merupakan salah satu faktor risiko terjadinya gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan anak-anak. Setiap orang mempunyai risiko untuk terkena malaria, wanita hamil dan anak di bawah umur lima tahun merupakan kelompok yang rawan. Oleh karena itu kematian karena malaria di dunia tahun 2016 adalah 445.000 jiwa, dimana 285.000 jiwa terjadi pada usia dibawah lima tahun (WHO,2018).

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, anak  balita, dan ibu hamil (WHO, 2018). Malaria disebabkan oleh sporozoa dari genusPlasmodium. Sporozoa ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang merupakan vektor malaria, terutamamenggigit manusia pada sore hari hingga fajar (Soedarto, 2011).

ML

Forthcoming

August 30, 2023